@akhirulsyah

menjadi orang penting itu baik, tetapi lebih penting menjadi orang baik..

Tahun 1807, Gubernur Jendral Daendels memprakarsai proyek de grote postweg atau kita lebih mengenalnya dengan jalan raya pos.. disebut jalan raya pos karena setiap jarak 4,6 km berdiri kantor pos untuk memperlancar komunikasi dan pesan pada era tersebut..

jalan raya sepanjang 1000 km ini juga melewati kota bandung.. persis di depan rumah panggung tua di foto ini yang dibangun tahun 1937. Tempat kakek gue dari bokap tinggal..

Bangunan tua ini masih berdiri dengan berani ditengah menjulangnya bangunan baru sudirman suites apartment milik salah satu konglomerat kota bandung.. seolah2 menantang kekinian zaman.. paradoks ya.. :)

Gue selalu terkesan dengan rumah kakek gue dari jalur bokap ini, E.A Muharam.. karena jadi saksi bisu perkembangan sejarah keluarga gue dari generasi ke generasi.. dan rumah ini masih dapat mempertahankan gayanya yang old school ditengah perkembangan zaman berubah begitu cepat..

Ketika dibangun pertama kali.. alamat rumah ini adalah de grote postweg-west yang merupakan bagian dari jalan raya pos-nya daendels.. suatu hari nama de grote postweg-west ini berubah namanya jadi jalan raya barat dan berubah lagi jadi jalan jendral sudirman.. batasnya sampai perempatan otista.. adapun dari wilayah jalan asia afrika tempat gedung merdeka sampai sukamiskin.. dulu namanya de grote postweg-oost.. alias jalan raya timur..

Bukan hanya itu.. kejadian pemberontakan kapten westerling.. bandung lautan api.. serangan mortir yang dilakukan oleh NICA.. sampai pertemuan pergerakan masyumi (mengingat kakek gue yang ini adalah aktivis masyumi).. juga disaksikan oleh bangunan tua ini.. karena berada di lokasi de grote postweg.. yang merupakan jalan protokol strategis hingga sekarang..

Yes.. boleh jadi apartment dibelakang sana menawarkan kemewahan masa kini dengan gagah.. tapi rumah tua yang berdiri persis di depannya.. lebih kaya akan sejarah..

Hari ini.. rumah tua ini akan menjadi bahan cerita di acara family gathering gue.. agar generasi muda keluarga gue belajar menghargai sejarah.. darimana keluarga kami berasal.. :)

Dan foto ini adalah salah satu foto yang berbicara dimana bangunan generasi lama dan baru berdiri secara berdampingan.. lucu ya.. :D – View on Path.

Tahun 1807, Gubernur Jendral Daendels memprakarsai proyek de grote postweg atau kita lebih mengenalnya dengan jalan raya pos.. disebut jalan raya pos karena setiap jarak 4,6 km berdiri kantor pos untuk memperlancar komunikasi dan pesan pada era tersebut..

jalan raya sepanjang 1000 km ini juga melewati kota bandung.. persis di depan rumah panggung tua di foto ini yang dibangun tahun 1937. Tempat kakek gue dari bokap tinggal..

Bangunan tua ini masih berdiri dengan berani ditengah menjulangnya bangunan baru sudirman suites apartment milik salah satu konglomerat kota bandung.. seolah2 menantang kekinian zaman.. paradoks ya.. :)

Gue selalu terkesan dengan rumah kakek gue dari jalur bokap ini, E.A Muharam.. karena jadi saksi bisu perkembangan sejarah keluarga gue dari generasi ke generasi.. dan rumah ini masih dapat mempertahankan gayanya yang old school ditengah perkembangan zaman berubah begitu cepat..

Ketika dibangun pertama kali.. alamat rumah ini adalah de grote postweg-west yang merupakan bagian dari jalan raya pos-nya daendels.. suatu hari nama de grote postweg-west ini berubah namanya jadi jalan raya barat dan berubah lagi jadi jalan jendral sudirman.. batasnya sampai perempatan otista.. adapun dari wilayah jalan asia afrika tempat gedung merdeka sampai sukamiskin.. dulu namanya de grote postweg-oost.. alias jalan raya timur..

Bukan hanya itu.. kejadian pemberontakan kapten westerling.. bandung lautan api.. serangan mortir yang dilakukan oleh NICA.. sampai pertemuan pergerakan masyumi (mengingat kakek gue yang ini adalah aktivis masyumi).. juga disaksikan oleh bangunan tua ini.. karena berada di lokasi de grote postweg.. yang merupakan jalan protokol strategis hingga sekarang..

Yes.. boleh jadi apartment dibelakang sana menawarkan kemewahan masa kini dengan gagah.. tapi rumah tua yang berdiri persis di depannya.. lebih kaya akan sejarah..

Hari ini.. rumah tua ini akan menjadi bahan cerita di acara family gathering gue.. agar generasi muda keluarga gue belajar menghargai sejarah.. darimana keluarga kami berasal.. :)

Dan foto ini adalah salah satu foto yang berbicara dimana bangunan generasi lama dan baru berdiri secara berdampingan.. lucu ya.. :D – View on Path.

Kelakuan bocah2.. mentang2 jalan sepi.. nangkring di tengah jalan.. :| – View on Path.
Eid Mubarak.. :) at Cybreed Technoplex (PT. Multidaya Teknologi Nusantara) – View on Path.
Perfect explanation.. :| with Chris – View on Path.
For your information :) with Putri – View on Path.
The question is not what you look at.. but what you see.. because you see in any situation what you expect to see.. with Ega – View on Path.
Seru nih kalo ngabuburit pake bandung tour on bus.. #bandungjuara :D with fery and dony – View on Path.

Thought via Path

udah ngisi form kabinet alternatif RI di https://docs.google.com/a/republikdinar.com/forms/d/14sBGBHq82F2ST6b0I8MzQ0db6gXYxygEkO2Xh1iG8G0/viewform?edit_requested=true

ini usulan kabinet pilihan gue.. mudah2an kepilih sama pak Jokowi-JK.. ada beberapa usulan yang gue kasih tanda bintang.. artinya yang dibintangin masih belum yakin 100% sih sebenernya.. hehe.. barangkali ada usul?

kalau semuanya kepilih alhamdulillah.. kalau nggak, ya setidaknya gue udah turut berpartisipasi menyambut gagasan pooling kabinet alternatif ini.. bismillah.. :D

1. Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan: Jenderal TNI (Purn.) Ryamizard Ryacudu
2. Menteri Koordinator Perekonomian: Kwik Kian Gie
3. Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat: Dr. Ir. Kuntoro Mangkusubroto, MSIE., MSCE.
4. Menteri Dalam Negeri: Dr. Abraham Samad, S.H., M.H
5. Menteri Luar Negeri: Dr. Raden Mohammad Marty Muliana Natalegawa, M.Phil, B.Sc
6. Menteri Pertahanan: Jenderal TNI Dr. Moeldoko
7. Menteri Hukum dan HAM: Prof. Dr. Ahmad M. Ramli, SH, MH, FCB.Arb
8. Menteri Keuangan: Agus Martowardojo
9. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM): Ir. Marwan Batubara, M.Sc
10. Menteri Perindustrian: Dahlan Iskan
11. Menteri Perdagangan: Ir. Muhaimin Iqbal
12. Menteri Pertanian: Dr. Anton Apriyantono
13. Menteri Kehutanan: Prof. Dr Ir. Frans Wanggai*
14. Menteri Perhubungan: Ignasius Jonan
15. Menteri Kelautan dan Perikanan: Dr. Ir. Fadel Muhammad*
16. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi: Rieke Dyah Pitaloka*
17. Menteri Pekerjaan Umum: Dr. Ing. Ilham Akbar Habibie, MBA
18. Menteri Kesehatan: Prof. DR. Fasli Jalal
19. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan: Anies Rasyid Baswedan, Ph.D
20. Menteri Sosial: Drs. Adriano Rusfi, PSi
21. Menteri Agama: Drs H Musoli
22. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif: Fiki Satari
23. Menteri Komunikasi dan Informatika: Ir. Onno W. Purbo. M.Eng, PhD.
24. Menteri Sekretaris Negara: Prof. Dr. Hj. Ernie Sule, SE. M.Si
25. Menteri Riset dan Teknologi: Prof. Yohannes Surya, Ph.D.
26. Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM): Gita Wirjawan, M.B.A., M.P.A
27. Menteri Pemberdayaan dan Perempuan-Anak: Ledia Hanifa Amaliah, SSi., MPsi.T
28. Menteri Lingkungan Hidup: Prof. Rhenald Khasali, Ph.D.*
29. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi: Dr. Eko Prasojo
30. Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal: Ir. Tri Rismaharini, M.T
31. Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional: Prof. Armida Alisjahbana, SE., MA., Ph.D
32. Menteri Perumahan Rakyat: Yu Sing
33. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN): Emirsyah Satar
34. Menteri Pemuda dan Olahraga: Bachtiar Firdaus, S.T, MPP – Read on Path.

Be nice to nerds.. chances are you’ll end working for one.. (Bill Gates) – View on Path.
United Nations —> un-involved in peace!! LoL.. satir abis ini foto.. :)))

Tapi emang sih UN selalu tumpul kalo udah urusan aksi Israel dan USA.. -_- with Akew – View on Path.